jujur aja sebagai orang jawa saya pertama kali dengar istilah ini cukup telat. filosofi jawa ini saya dengar di sekitar umur 16 ato 17 tahun, dan baru benar2 benar saya pahami maknanya antara 1 ato 2 tahun kemudian.
apakah wang sinawang itu?
saya pertama kali mendapat term ini dari kolom pak umar kayam di KR. ceritanya sendiri sih sudah lupa.
wang sinawang berarti kecenderungan manusia untuk melihat kekurangan pada dirinya sendiri dan melihat kelebihan pada orang lain. term yang hampir mirip adalah rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. cuma pada term wang sinawang ada penekanan ketimbal balikan. artinya saling merasa.
wang sinawang adalah bentuk komunikasi dua arah yang tidak komunikatif. dalam arti, kedua pihak saling merasa kurang, mengacu pada kelebihan yang di miliki lawan komunikasinya, tanpa berpikir bahwa mungkin saja (dan sangat mungkin) bahwa lawan komunikasinya itu juga merasakan kekurangan yang juga ingin di miliki.
yang harus menjadi catatan ialah, apa yang kita punyai dan kita anggap biasa (karena telah terbiasa) sangat mungkin begitu di inginkan oleh orang lain yang sebenarnya kita iri terhadapnya. yakinlah pada satu titik bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan kekurangan, dan itulah yang menjadikan kita manusia se utuhnya. wallahualam bishowab.
insya allah bahasan ini bersambung.
Senin, 19 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar