betapa sering kita mencemooh orang dengan kata penakut. kita hampir selalu merepresentasikan kata takut dengan sesuatu yang negatif. tapi, apakah demikian?
jangan2 kita terjebak oleh kata "takut" itu sendiri.
orang yang merepresentasikan diri menjadi orang berani memiliki ketakutan untuk mengakui takut akan sesuatu. ada nilai-nilai prestise yang di pegang. tapi pernahkah kita berpikir bahwa orang yang takut akan sesuatu itu mungkin justru lebih berani?
dengan logika bahwa orang yang takut itu punya keberanian untuk mengakui bahwa dia takut, tapi orang yang ngakunya berani belum tentu berani untuk mengakui kalau dia takut.
wallahualam bishowab.
Sabtu, 31 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar