Terima kasih Gusti Allah. Terima kasih untuk waktu yang diberikan. Terima kasih untuk limpahan berkah, limpahan rizki, limpahan cinta dan kasih sayang yang dari segala penjuru, dari segala arah. Terima kasih untuk setiap ujian yang menguatkan, yang mengajarkan ketabahan.
Berikanlah jalan yang terbaik, yang mendekatkan pada-Mu Gusti, yang selalu dalam ridhomu, dan sebagaimana profil di blog ini, cerahkanlah jalanku untuk mencari pasangan rusukku, cerahkanlah jalanku untuk selalu menjadi hamba yang haus ilmu, cukupkanlah rizkiku, untuk bisa menjadi sarana lebih dekat pada-Mu. Aamiin.
Minggu, 13 Juli 2014
The 31st :D
Kamis, 10 Juli 2014
Jodoh itu....
hasil diskusi sama seseorang :
"ga nyari seseorang yang siap di ajak menderita,tapi nyari
seseorang yang siap di ajak bahagia dan mau berjuang
bersama untuk mendapatkannya. karena kata adalah
doa,ketika kita bilang siap buat menderita,berarti secara ga
langsung kita sudah mengundang penderitaan untuk datang"
sekian dan terima kasih
Eh..
Serupa dengan batu kasar yang di pahat. Setiap kali pahat
menghujam,walau seolah menghancurkan, tapi sesungguhnya
dia menjadikan batu itu semakin indah.
Pilpres lagi
saya ndak ada masalah sampeyan milih siapa,,saya ndak
ada masalah siapapun presidennya,,haqqul yaqin, siapapun
yang jadi presiden monggo saja..
tapi ini bermasalah kalo ada yang mikir presidennya HARUS
ini ato itu, ini juga bermasalah kalo ada yang mikir, yang jadi
presiden besok, siapapun dia, langsung bisa secara instan
jadi DEWA dan menyelesaikan semua masalah..
ini bermasalah ketika sampeyan meng-underestimate diri
sampeyan sendiri, dengan berfikir kalo kehidupan dan masa
depan depan yang cerah bangsa ditentukan oleh jagoan
anda..
ingat ini, mo siapapun presidennya, kalo bangjo aja
sampeyan masih ngeblong, naik motor ga pake helm, macet
trus motor naik trotoar..
kalo mental sampeyan kaya gitu, mo presidennya superman
juga ga bakalan maju...
sampeyan yang akan lebih menentukan masa depan anda,
masa depan bangsa..
lebih busuk lagi tu timses, mempolarisasi masyarakat
indonesia, ga bisa ya dari awal ngajarin fair play, bersaing
secara sehat, belajar menerima siapapun ntar yang jadi
presiden?
nope, saya tidak apatis, saya tidak pesimis, saya optimis
masa depan bangsa.. pertanyaannya, sampeyan optimis ga?
ato sampeyan milih menyerahkan hidup sampeyan sama
capres yang nantinya terpilih? kasian...
Cara kerja Tuhan itu kereeen..
Masih takjub sama cara kerja Gusti Allah ngasi sesuatu..
Sejak lama ngefans sama Pak Umar Kayam, terutama
tulisan2nya di harian Kedaulatan Rakyat.
Sejak beberapa waktu (taun?) yg lalu hunting buku kumpulan
sketsanya, ada 4 seri, Mangan Ora Mangan Kumpul, Mangan
Ora Mangan Kumpul 2 : Sugih Tanpa Banda, Mangan Ora
Mangan Kumpul 3 : Madhep Ngalor Sugih, Madhep Ngidul
Sugih sama Mangan Ora Mangan Kumpul 4 : Satrio Piningit
ing Kampung Pingit.
Susah bingit nyari ni buku, secara cetakan awal tu taun
1990.
Bahkan nyari di toko buku online pun susah, stok kosong.
Minggu lalu, iseng nyari di situs belanja online, ada yg jual seri 4 di Jogja,
iklannya sudah sebulanan gitu. Nyoba sms, ternyata bukunya
masih, lanjut cod di Taman Pintar, dapetlah seri 4, masih
kurang seri 1,2 & 3.
Di situs itu ada juga yg jual seri 2, iklannya mlh lebih lama, 2
bulanan yg lalu, di Jakarta pula.
SMS nanya barang masi ada ga, ternyata malah penjualnya
bilang klo dia punya seri 1,2& 3. Teus nawarin, mau
ketiganya ga? Dieeessssh.. Harga buat 3 buku juga relatif
wajar, secara di Jogja ada yg jual seri 1 cetakan terbaru
120ribu..bleeeeh..
Antara yakin ma takut ketipu (secara penjualnya di sms ga
lancar), akhirnya bisa madhep mantep transfer duit.
Dan.... Tadaaaaaa... Pencarian bertaun2 bisa diselesaikn
dalam kurang dari 1 minggu.
Matur Nuwun Gusti
Bapak
i'm still hoping that it's nothing but a nightmare. i'm still
waiting for him to knock my room's door and say "tangi, wis
awan", i'm still waiting for him to hand me the morning
newspaper, i'm still waiting for him to come with a bowl of
peeled mango and just say "nyoh". it won't be easy Pak,
won't be that easy.
thinking that there will be no one sleeping in front of the TV,
waiting for me coming home from work. it won't be that
easy Pak.
Sedekah Membersihkan Harta?
sedekah membersihkan harta?
saya dulu sering denger kata2 itu, termasuk bahwa di antara
harta kita sebagian terdapat hak orang lain,,
secara religius konsep itu sudah lama saya denger,,tapi
butuh waktu buat nerima..
dulu sempet mikir, wong kerja ya kerja sendiri, capek juga
dirasain sendiri, kok bisa2nya hasil kerja itu ada yang
sebagian punya orang lain..
butuh waktu buat kontemplasi, merenung dan mikir,,karena
buat saya, nemu kesimpulan sendiri lebih menguatkan
daripada sekedar denger omongan orang..walo kadang
omongan orang juga menjadi salah satu faktor dalam
menemukan kesimpulan..
pernah ga ngalamin kita kerja telat 1 atau 2 menit
( keliatannya dikit, tapi kalo diakumulasi banyak lho, dan kita
masi dibayar penuh)..kemudian ketika kerja meluangkan
beberapa waktu buat hal2 yang tidak berhubungan sama
kerjaan kita (fb an mungkin, ato ngetweet "guweh lagi kerja
neh"),,istirahat di waktu yang tidak semestinya, ato mungkin
hal2 kecil yang memang ga ngaruh secara signifikan sama
hasil kerjaan kita,,yang walopun kita nglakuin hal2 itu,
kerjaan kita tetep oke..
tapi tetep aja, ada sebagian dari kewajiban yang terabaikan,
sedangkan kita mendapat hak secara penuh..
nha, hal2 semacam inilah yang bikin kita jadi dapet hak lebih
dari kewajiban yang kita lakukan,,dan itu berarti kita dapet
yang bukan hak kita,,
trus gmana? apa mesti bikin itung2an detail buat
itu,,lumayan mustahil saya kira..
dan saya pikir itulah fungsi sedekah, untuk membersihkan
harta kita dari yang sebenernya bukan hak kita..
mengenai balasan pahala dari Allah untuk amal sedekah
yang kita lakukan itu, biarlah itu menjadi hak prerogatif-Nya,
,karena saya percaya kalo Gusti Allah ora sare..
btw, orang kaya tu bukan orang yang menyimpan lebih
banyak, tapi orang yang memberi lebih banyak..
wallahualam bishowab,,
selamat hari Jum'at
5/10/13
Feeling Lonely? Think Twice
sejauh apapun angan menyesatkanmu, keluarga adalah
rumah yg takkan pernah meninggalkanmu..
seburuk apapun dunia memperlakukanmu, sahabat adalah
malaikat penjaga yg takkan pernah meninggalkanmu..
Pilpres lagi
Sampeyan percaya eksistensi Tuhan? Siapapun yg menang
besok, Indonesia-lah yg utama. Singkirkan egoisme. Ketika
sudah ditetapkan, jgn lagi terpolarisasi, mari melebur, mari
bersatu membangun bangsa. Klo ternyata yg terpilih bukan
jagoan sampeyan dan, walo dia sudah ditetapkan, anda tidak
puas, perjuangkan sewajarnya. Indonesia yg utama, bukan
Prabowo, bukan Jokowi.
Sampeyan percaya eksistensi Tuhan? Jangan mengecilkan
kuasa-Nya. Apa sampeyan pikir jika memang terjadi
ketidakadilan Tuhan akan diam saja? Apa sampeyan pikir
sampeyan lebih hebat dari kuasa-Nya? Mikir!!
Gusti Allah ora sare..
Salam 3 jari, Persatuan Indonesia
Agama Terbaik
Menjadi seorang pengajar, memberikan saya kesempatan
untuk mengenal banyak orang, dari berbagai macam
golongan, berbagai usia, berbagai suku bangsa, berbagai
agama, berbagai latar belakang pendidikan,berbagai latar
pekerjaan, dan berbagai macam lainnya..
Salah satu yang menarik adalah ketika ngajar kelas setingkat
taman kanak-kanak :D
sekalian itung2 belajar momong anak haha..
Tapi,ada hal yang kadang2 bikin miris,,salahsatunya adalah
menyangkut agama.
Dalam beberapa kesempatan, saya nemu anak2 yang
bilang,,"eh, agama kamu “blahblahblah” ya? Kok itu sih?
Bagusan agamaku" ato " Agamamu sama agamaku jelaas
bagusan agamaku". Gek sing ngajari sopo?? Dan diucapkan
bukan hanya dari satu agama tertentu,tapi oleh anak dari
berbagai latar agama yang berbeda,,dan mereka masih usia
4, 5 atau 6 taun..miris bener saya,,CIYUS,,
Sebagai orang yang dibesarkan oleh keluarga yang
mengajarkan toleransi, pernyataan semacam itu amat sangat
mengganggu sekali..
Pernah denger cerita yang lebih miris. Ceritanya seorang
murid setingkat TK juga, dia sampe ngambek ga mau ngaji
gara2 guru ngajinya ngajarin kalo orang yang beda agama
jelas akan masuk neraka, nha si anak ini yang kebetulan
temen2nya dari berbagai agama, jadi sedih karena
temen2nya bakal masuk neraka. Dan dia ga mau ngajilagi
sama guru ngaji itu.
Ayolaaaah,,norak amat sih?????? Saya berpikir, tidak
seharusnya dari kecil anak2 diajarkan perbedaan dengan
sedemikian ekstremnya.
Apapun agama anda, seberapapun cintanya anda dengan
agama anda,,bijaksanalah…
Sorry to say, hanya orang2 dungu yang menebalkan
perbedaan, membahas perbedaan oke dalam batas2 tertentu,
tapi menebalkan perbedaan itu lain urusan. Berbeda itu
kodrat,,kalo anda muslim, anda tau bahwa hidayah itu
urusan Allah swt, bahkan paman Nabi Muhammad saw pun,
yang setia membela nabi, hingga akhirnya hayatnyapun tidak
mendapat hidayah itu..
Pun jika anda Nasrani, Hindu,Budha, Kong Hu Cu bahkan
atheis,,wooooi,,kalian semua,,jangan racuni anak2 kalian
dengan menebalkan,menggaris bawahi, perbedaan
agama,,anak2 adalah pribadi hitam dan putih,,mereka tidak
mengenal abu2,,mereka menangkap apapun dalam garis
jelas,,beda berarti buruk, sama berarti baik,
ALIH2 MENEGASKAN GARIS PERBEDAAN, MENGAJARKAN
NILAI KEBAIKAN DALAM MENJALANKAN PERINTAH AGAMA
AKAN JAUH LEBIH BAIK,,BAGAIMANA MENGHORMATI
ORANG YANG PANTAS DIHORMATI, MEMBERI SEDEKAH,
MEMBANTU SIAPAPUN YANG MEMBUTUHKAN,,
ANAK2 AKAN LEBIH MEMBUTUHKAN ITU UNTUK
MEMBANGUN KARAKTER MEREKA, JUGA MEMBANGUN
MORAL MEREKA,,
Kalo anda habis baca ini terus beranggapan saya pluralis,
ato anggota islam liberal anda salah besar,,
saya meyakini Islam,jalan yang saya ambil adalah yang
terbaik, sebagaimana dengan pasti, saudara2 yang Nasrani,
yang Hindu, yangBudha, yang Kong Hu Cu ato bahkan yang
atheis meyakini mereka telah mengambil jalan kebenaran..
Justru aneh ketika ada orang yang sudah mengambil suatu
jalan hidup tapi masih ragu dengan kebenaran jalan
hidupnya, tapi, keyakinan itu bukanlah lantas menjadi alat
atau sarana untuk mengkonfrontasikan diri kita dengan
siapapun juga.
JADI, BERHENTILAH MENGUMBAR PERBEDAAN, ALLAH TAU
YANG TERSEMBUNYI SEKALIPUN,,KECINTAAN ANDA PADA
AGAMA ANDA,BISA DITUNJUKKAN DENGAN MENJALANKAN
DAN MENGAMALKAN NILAI2 KEBAIKAN YANG DIAJARKAN
AGAMA ANDA,DAN PADA GILIRANNYA, ITULAH YANG
MEMBERIKAN GAMBARAN YANG BAGUS TENTANG AGAMA
YANG ANDA ANUT.
Dan saya bersyukur, bahwa ibu saya, bersama almarhum
bapak memberikan pondasi tentang toleransi dengan
baik,,yang terus terbangun untuk terus disempurnakan oleh
lingkungan dimana saya sudah, sedang dan akan terus
berproses untuk membangun pola pikir saya.
Sedikit penutup, kutipan favorit saya dari Dalai Lama (yang
sebenernya ada beberapa pihak yang meragukan apakah
benar dari Dalai Lama, tapi yang jelas bagus banget)
"The best religion is the one that gets you closest to God. It
is the one that makes you a better person. Whatever makes
you more compassionate, more sensible, more
detached,more loving, more humanitarian, more responsible
and more ethical. The religion that will do that for you is the
best religion. "(Agama yang terbaik adalah agama yang
menjadikanmu semakin dekat dengan Tuhanmu, yang
menjadikanmu orang yang lebih baik. Apapun yang
menjadikanmu berbelas kasih, lebih bijaksana, lebih mandiri,
lebih penyayang, lebih bertanggung jawab, dan juga lebih
bermoral. Agama yang bisa menjadikanmu sosok seperti itu
adalah agama yang terbaik.)
wallahualam bishowab
Yogyakarta, 19 April 2013
Catatan Kecil Tentang Pemilu Legislatif
Tadi pulang kehujanan, mungkin karena kademen, tiba2
kepikiran satu hal. Tentang imbauan untuk menyikapi politik
uang, "terima uangnya, jangan pilih partainya, (kadang
ditambahi) doakan biar caleg yang ngasih uang stress"
Tapi ya itu tadi, gara2 kehujanan, otak kedinginin jadi
kepikiran, emang ini solusi untuk menjadikan masyarakat
Indonesia lebih baik?
Sistem politik Indonesia memang sayangnya masi pada
tataran kaya gitu, termasuk juga kampanye dengan
pengerahan massa yang didalihkan bahwa itu boleh, karena
hanya 5 taun sekali.. zzzzzz,,capeeee deh..
Oke, kembali ke politik uang.
Sangat disayangkan bahwa menjadi anggota legislatif
sekarang kayanya bukan menjadi wakil rakyat untuk
selanjutnya menjadi suara Tuhan, sebagai mana hal yang
digaung2an oleh para pendukung demos kratos..
Menjadi anggota legislatif menjadi sebuah profesi, bukan
keistimewaan sebagai wakil rakyat, tapi beneran jadi profesi
buat nyari duit.
Maka dengan motivasi yang seperti itu, cara untuk menjadi
anggota legislatif bukan lagi mendekati rakyat, menunjukkan
keberpihakan, kesamaan nasib agar dipercaya sebagai wakil,
namun seperti dagang saja, membeli untuk selanjutnya
mendapat untung yang lebih banyak.
Yang dibeli? Ya suara pemilih.. karena sudah ada aspek jual
beli, maka ya jangan disalahkan kalo ntar suara itu
disalahgunakan, kan udah dibeli,,semau dia yang beli dong,
kalo yang beli baik, mau menggunakan suara yang didapat
untuk diperjuangkan aspirasinya, ya Alhamdulillah, tapi kalo
mo diselewengkan ya terserah namanya juga udah dibeli.
Pembelian suara tidak dipungkiri bisa memberikan hasil yang
signifikan, namun ada fenomena baru pada pemilu taun ini,
yang mungkin sebenernya sudah ada pada pemilu2
sebelumnya, namun baru pada pemilu kali ini fenomena itu
terasa begitu ramai.
"Tampa duite (terima uangnya), rasah pilih partaine (ga usah
dipilih partainya), dongake ben caleg e njuk stress (doain
biar calegnya stress)".
Di satu sisi imbauan ini terasa manis, pada level yang amat
pendek menurut saya, calon pemilih dapet uang, caleg pelaku
politik uang tidak terpilih, bahkan untuk menambah efek
ngenesnya, calegnya pun didoain biar stress.
Tapi apakah permasalahannya berhenti disitu? Dalam opini
pribadi saya, sudahlah, jangan sampai imbauan "terima
uangnya, jangan pilih partainya" dilanjutkan lagi, cukup
sampai titik ini saja.
Kalo dirunut dari awal, Caleg yang ngasi duit buat beli itu
jelas salah.
Penerima yang memilih caleg yang ngasih uang juga salah,
karena menggadaikan suara dan masa depannya untuk uang
yang kalo dibanding dengan kehidupan selama 5 taun jelas
tak ada apa2nya.
Tapi, penerima yang tidak milih caleg, dan malah mendoakan
agar caleg stress, juga jelas salah. Orang yang memberi
imbauan agar menerima uang, dan tidak memilih caleg yang
ngasi uang juga salah.
Orang yang menerima uang tapi tidak milih, salah karena dia
melanggar komitmen, mengingkari janji. Untuk kasus seperti
ini mungkin ada banyak yang membela tindakan mereka, tapi
harus diingat, kebiasaan buruk yang kecil, kalo diteruskan
membesar, dan akan menghancurkan. Tidak berkomitmen
dan mengingkari janji adalah elemen terpenting dari
kehancuran mental, membentuk mental2 penipu, membentuk
mental2 manipulator, membentuk koruptor dalam skala kecil,
yang tetap saja namanya koruptor.
Orang yang memberi imbauan agar menerima uang tapi tidak
memilih juga tidak pantas untuk dipilih, orang yang ngajari
nipu, ingkar janji, tidak berkomitmen. Apa yang bisa
diharapkan? Bahkan jeleknya, dia mencoba mengambil
keuntungan dari dana yang dikeluarkan caleg lain dengan sok
jadi pahlawan, dengan ngasih imbauan kaya gitu.
Njuk karepmu opo We?
Karep saya, hentikan politik uang sejak awal, kalo masi ada
caleg yang ngasi, TOLAK, katakan TIDAK pada mereka yang
ngasih uang. Tidak selayaknya anda menggadaikan suara,
tidak selayaknya pula anda jadi penipu. Tunjukkan bahwa
anda warga Indonesia yang berkomitmen pada kejayaan
Indonesia, kalo ada caleg yang ngasi uang, tunjukkan bahwa
anda warga Indonesia yang hebat, yang takkan tergiur pada
ribuan rupiah dan mengorbankan kehormatan anda sebagai
dengan menjadi pelacur suara, ato menjadi penipu caleg.
Tunjukkan bahwa anda jauh lebih hebat daripada itu.
Jika anda berargumen bahwa 'terima uangnya, jangan pilih
uangnya' adalah cara untuk memberi pelajaran pada caleg
yang melakukan politik uang, maka izinkan saya
menceritakan sesuatu.
Tentang Brandal Lokajaya, orang yang merampok untuk
kemudian hasil rampokannya diberikan kepada warga miskin.
Sesuatu yang diyakininya benar, yang amalan yang mulia,
membantu orang yang membutuhkan. Hingga suatu hari dia
bertemu seorang tua, yang lantas bertanya kepadanya
"Brandal Lokajaya, apakah pakaian yang dicuci dengan air
kencing itu bersih dan mensucikan? Ingatlah, bahwa apa
yang kau pandang kebaikan, namun dilakukan dengan cara
yang salah sesungguhnya serupa dengan mencuci baju
dengan air kencing, tidak membersihkan dan juga tidak
mensucikan"
Brandal Lokajaya pun menyatakan tunduk pada orang tua
itu, yang tak lain adalah Sunan Bonang, dan kemudian pada
gilirannya Brandal Lokajaya pun mendapat gelarnya sendiri
sebagai sunan yaitu, Sunan Kalijaga.
wallahualam bishowab, karena kebenaran hakiki memang
hanya milik Allah.
Bantul, 11 April 2014
Wang Sinawang 2
Saya pertama baca tentang konsep "wang sinawang" di
bukunya Pak Umar Kayam, sekitar akhir 90an. Sejak itu pula
saya belajar dan berusaha, walo kdg masih susah hehe,
untuk tidak iri pada pencapaian orang lain, baik pencapaian
materi atau immateri. Lagian iri juga ga ada asik2nya.
Tapi beberapa hari yg lalu saya brasa iri banget sama
sesuatu yg dilakuin orang lain. Sederhana doang, ngliat
orang bantuin orang buta nyebrang jalan. Ga tau kenapa, iri
banget rasanya.
Critanya lagi di lampu merah pojok beteng wetan, jam 9
malem, dari sebelah utara. Trus ngliat mas2 nyebrangin
orang buta. Dari sisi utara sih emang lampu merah, tapi kn
itu jalan belok kiri jalan terus, trus mesti nyebrang 2 lajur,
dari yg berlawanan arah juga, jadi ya kalo ga dibantuin tetep
susah. Di pos polisinya sih ada polisinya, tapi mungkin baru
sibuk. Cuman nonton aja. Abis nyebrangin, ni mas2 nyebrang
balik. Ternyata dia juga sesama penunggu lampu merah, jadi
dia nyebrangin ninggal motornya (untung waktu dia
nyebrangin lampu baru aja merah).
Dan saya iri.
Menyikapi Pilpres 2
Jika memang Jokowi yg mendapat kesempatan memimpin
Indonesia, maka terimalah. Semoga kubu Prabowo bisa
menerima dengan kelapangan hati dan bergabung
membangun bangsa untuk kejayaan Indonesia, semoga kubu
Jokowi memiliki kebesaran hati untuk menerima rivalnya
untuk kejayaan Indonesia.
Bersatu untuk kejayaan Indonesia, untuk kemakmuran, untuk
kesejahteraan, untuk kedamaian.
Semoga Allah swt memberi berkah pada yg memiliki
kemurnian hati untuk menjadikan Indonesia lebih baik,
semoga Allah melaknat siapapun yg menggunakan
kekuasaan yg dimiliki untuk merusak bangsa Indonesia.
Allah selalu beserta orang2 yg benar. Aamiin.
Menyikapi pilpres
Sudah milih? Kalo boleh meminta, jangan berdoa supaya
Prabowo jadi presiden, jangan berdoa supaya Jokowi jadi
presiden.
Tapi satukan doa agar Indonesia mendapat presiden yg
sanggup membawa kesejahteraan, kemakmuran, kedamaian,
gemah ripah loh jinawi.
