Saya adalah salah satu dari banyak orang yang sangat menikmati hujan. Dari mulai bau tanah basahnya, hawa dinginnya, bunyi percik airnya. Saya bener-bener suka.
Hujan adalah salah satu dari sedikit hal yang bisa bikin saya tenang.
Kalo mo dirunut, hujan menemani masa remaja saya, ketika mulai bener-bener suka sama perempuan secara sukanya laki-laki sama perempuan, ketika pertama kali nyakitin perasaan perempuan yang saya suka, ketika ngrasain patah hati. Semua ada di musim hujan. Di satu musim hujan yang sama (yeah, i know.. Less than 6 months.. Menyedihkan wkwk)
Sampe sekarang masih ada efek nostalgik nya, selain emang karena mulai bisa menikmati hujan karena di luar hal itu.
Dan (mesti ada yg mbatin, dimana dia. Ye kaaan?). Dia udah nikah dan berkembang biak.
Hujan adalah salah satu dari sedikit hal yang bisa bikin saya tenang.
Kalo mo dirunut, hujan menemani masa remaja saya, ketika mulai bener-bener suka sama perempuan secara sukanya laki-laki sama perempuan, ketika pertama kali nyakitin perasaan perempuan yang saya suka, ketika ngrasain patah hati. Semua ada di musim hujan. Di satu musim hujan yang sama (yeah, i know.. Less than 6 months.. Menyedihkan wkwk)
Sampe sekarang masih ada efek nostalgik nya, selain emang karena mulai bisa menikmati hujan karena di luar hal itu.
Dan (mesti ada yg mbatin, dimana dia. Ye kaaan?). Dia udah nikah dan berkembang biak.
Nah, tapi diluar kisah saya yang lumayan ga mutu ini, mari kita lihat hujan dari aspek yang lebih ilmiah. Ini saya dapet dari artikel di Deutsche Welle.
Nama aroma hujan tu Petrikor, yang ngasih nama ilmuwan dari Australia pada taun 1964. Aroma ini berasal dari senyawa nabati dan senyawa alkohol bernama Geosmin yang dilepaskan oleh tumbuhan saat cuaca kering. Tapi, kenapa baunya bisa berbeda-beda? Ilmuwan dari Massachusetts Institute ofTechnology ngelakuin riset buat ini. Mereka merekam rintik hujan yang jatuh. Ternyata benturan antara air dengan tanah tu menimbulkan gelembung yang asalnya dari partikel terkecil dari dalam tanah. Ini disebut Aerosol, ini juga yang mengandung aroma hujan. Tanah yang kering semakin mudah memunculkan aromanya. Sedangkan pemicu yang lebih kuat ternyata adalah rinai alias hujan yang tidak terlalu deras. Masalahnya, ternyata selain menebar aroma, perpaduan air hujan dan tanah kering ini juga berpotensi melepaskan bakteri sama virus yang ada di tanah. Kayanya, itu sebabnya kenapa pas hujan masih awal2 gitu bikin orang lebih gampang kena flu. Tetap sehat ya teman-teman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar