Menjadi seorang pengajar, memberikan saya kesempatan
untuk mengenal banyak orang, dari berbagai macam
golongan, berbagai usia, berbagai suku bangsa, berbagai
agama, berbagai latar belakang pendidikan,berbagai latar
pekerjaan, dan berbagai macam lainnya..
Salah satu yang menarik adalah ketika ngajar kelas setingkat
taman kanak-kanak :D
sekalian itung2 belajar momong anak haha..
Tapi,ada hal yang kadang2 bikin miris,,salahsatunya adalah
menyangkut agama.
Dalam beberapa kesempatan, saya nemu anak2 yang
bilang,,"eh, agama kamu “blahblahblah” ya? Kok itu sih?
Bagusan agamaku" ato " Agamamu sama agamaku jelaas
bagusan agamaku". Gek sing ngajari sopo?? Dan diucapkan
bukan hanya dari satu agama tertentu,tapi oleh anak dari
berbagai latar agama yang berbeda,,dan mereka masih usia
4, 5 atau 6 taun..miris bener saya,,CIYUS,,
Sebagai orang yang dibesarkan oleh keluarga yang
mengajarkan toleransi, pernyataan semacam itu amat sangat
mengganggu sekali..
Pernah denger cerita yang lebih miris. Ceritanya seorang
murid setingkat TK juga, dia sampe ngambek ga mau ngaji
gara2 guru ngajinya ngajarin kalo orang yang beda agama
jelas akan masuk neraka, nha si anak ini yang kebetulan
temen2nya dari berbagai agama, jadi sedih karena
temen2nya bakal masuk neraka. Dan dia ga mau ngajilagi
sama guru ngaji itu.
Ayolaaaah,,norak amat sih?????? Saya berpikir, tidak
seharusnya dari kecil anak2 diajarkan perbedaan dengan
sedemikian ekstremnya.
Apapun agama anda, seberapapun cintanya anda dengan
agama anda,,bijaksanalah…
Sorry to say, hanya orang2 dungu yang menebalkan
perbedaan, membahas perbedaan oke dalam batas2 tertentu,
tapi menebalkan perbedaan itu lain urusan. Berbeda itu
kodrat,,kalo anda muslim, anda tau bahwa hidayah itu
urusan Allah swt, bahkan paman Nabi Muhammad saw pun,
yang setia membela nabi, hingga akhirnya hayatnyapun tidak
mendapat hidayah itu..
Pun jika anda Nasrani, Hindu,Budha, Kong Hu Cu bahkan
atheis,,wooooi,,kalian semua,,jangan racuni anak2 kalian
dengan menebalkan,menggaris bawahi, perbedaan
agama,,anak2 adalah pribadi hitam dan putih,,mereka tidak
mengenal abu2,,mereka menangkap apapun dalam garis
jelas,,beda berarti buruk, sama berarti baik,
ALIH2 MENEGASKAN GARIS PERBEDAAN, MENGAJARKAN
NILAI KEBAIKAN DALAM MENJALANKAN PERINTAH AGAMA
AKAN JAUH LEBIH BAIK,,BAGAIMANA MENGHORMATI
ORANG YANG PANTAS DIHORMATI, MEMBERI SEDEKAH,
MEMBANTU SIAPAPUN YANG MEMBUTUHKAN,,
ANAK2 AKAN LEBIH MEMBUTUHKAN ITU UNTUK
MEMBANGUN KARAKTER MEREKA, JUGA MEMBANGUN
MORAL MEREKA,,
Kalo anda habis baca ini terus beranggapan saya pluralis,
ato anggota islam liberal anda salah besar,,
saya meyakini Islam,jalan yang saya ambil adalah yang
terbaik, sebagaimana dengan pasti, saudara2 yang Nasrani,
yang Hindu, yangBudha, yang Kong Hu Cu ato bahkan yang
atheis meyakini mereka telah mengambil jalan kebenaran..
Justru aneh ketika ada orang yang sudah mengambil suatu
jalan hidup tapi masih ragu dengan kebenaran jalan
hidupnya, tapi, keyakinan itu bukanlah lantas menjadi alat
atau sarana untuk mengkonfrontasikan diri kita dengan
siapapun juga.
JADI, BERHENTILAH MENGUMBAR PERBEDAAN, ALLAH TAU
YANG TERSEMBUNYI SEKALIPUN,,KECINTAAN ANDA PADA
AGAMA ANDA,BISA DITUNJUKKAN DENGAN MENJALANKAN
DAN MENGAMALKAN NILAI2 KEBAIKAN YANG DIAJARKAN
AGAMA ANDA,DAN PADA GILIRANNYA, ITULAH YANG
MEMBERIKAN GAMBARAN YANG BAGUS TENTANG AGAMA
YANG ANDA ANUT.
Dan saya bersyukur, bahwa ibu saya, bersama almarhum
bapak memberikan pondasi tentang toleransi dengan
baik,,yang terus terbangun untuk terus disempurnakan oleh
lingkungan dimana saya sudah, sedang dan akan terus
berproses untuk membangun pola pikir saya.
Sedikit penutup, kutipan favorit saya dari Dalai Lama (yang
sebenernya ada beberapa pihak yang meragukan apakah
benar dari Dalai Lama, tapi yang jelas bagus banget)
"The best religion is the one that gets you closest to God. It
is the one that makes you a better person. Whatever makes
you more compassionate, more sensible, more
detached,more loving, more humanitarian, more responsible
and more ethical. The religion that will do that for you is the
best religion. "(Agama yang terbaik adalah agama yang
menjadikanmu semakin dekat dengan Tuhanmu, yang
menjadikanmu orang yang lebih baik. Apapun yang
menjadikanmu berbelas kasih, lebih bijaksana, lebih mandiri,
lebih penyayang, lebih bertanggung jawab, dan juga lebih
bermoral. Agama yang bisa menjadikanmu sosok seperti itu
adalah agama yang terbaik.)
wallahualam bishowab
Yogyakarta, 19 April 2013
Kamis, 10 Juli 2014
Agama Terbaik
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar